172 Calon Kepala Pekon Pringsewu Deklarasi Damai, Bupati Tegaskan Tolak Politik Uang dan Hoaks

News31 Dilihat

PRINGSEWU — EksposKriminal. Com // Sebanyak 172 calon kepala pekon dari 59 pekon di Kabupaten Pringsewu mengikuti deklarasi damai sekaligus menandatangani komitmen bersama untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak 2026 yang aman, tertib, demokratis, dan berintegritas.

Kegiatan yang melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) tersebut digelar di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Selasa (13/10/2026). Hadir dalam kegiatan itu Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Wakil Bupati Umi Laila, serta jajaran pemerintah daerah, DPRD, dan Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas mengatakan, Pilkakon merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat pekon. Melalui pemilihan tersebut, masyarakat memiliki kesempatan menentukan pemimpin yang diharapkan mampu membawa kemajuan, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong pembangunan pekon.

Namun, menurutnya, perbedaan pilihan, pandangan, dan kepentingan berpotensi muncul dalam setiap proses pemilihan. Karena itu, seluruh tahapan Pilkakon harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, kejujuran, keadilan, dan semangat persaudaraan.

“Deklarasi damai ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen untuk mewujudkan Pemilihan Kepala Pekon yang aman, tertib, lancar, dan damai,” ujar Riyanto.
Ia mengingatkan seluruh calon kepala pekon agar menunjukkan sikap sebagai calon pemimpin yang dewasa, berintegritas, dan bertanggung jawab. Para calon juga diminta menyampaikan visi, misi, serta program kerja secara santun dan bermartabat.

Bupati secara tegas mengingatkan agar para calon menghindari praktik politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, maupun tindakan lain yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif tidak hanya berada di tangan para calon, tetapi juga para pendukung dan simpatisan. Seluruh pihak diharapkan menghormati perbedaan pilihan agar kontestasi politik di tingkat pekon tidak merusak hubungan kekeluargaan, persahabatan, dan persatuan masyarakat.

“Saya berharap seluruh pihak terkait terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah, mencegah konflik, mengedepankan komunikasi dan musyawarah, serta menyelesaikan setiap persoalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Riyanto juga menekankan bahwa kemenangan dalam Pilkakon tidak semata-mata diukur dari perolehan suara terbanyak. Lebih dari itu, setiap calon harus mampu mengikuti seluruh proses pemilihan secara jujur, menaati aturan, dan tetap menjaga persatuan.

“Kemenangan sejati bukan hanya tentang perolehan suara terbanyak, tetapi bagaimana kita mengikuti seluruh proses dengan jujur, menghormati aturan, dan tetap menjaga persatuan,” katanya.

Melalui deklarasi damai dan penandatanganan komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap seluruh calon kepala pekon, pendukung, penyelenggara, serta unsur terkait dapat menjalankan peran masing-masing demi menyukseskan Pilkakon Serentak 2026.

Pemerintah daerah juga berharap pelaksanaan pesta demokrasi tingkat pekon itu berlangsung aman, damai, demokratis, dan berintegritas, sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang dipercaya masyarakat serta mendorong kemajuan pekon di Kabupaten Pringsewu.

(As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *