Aipda Irawan: Polisi Kampung Polsek Kertasari Menahan Rindu, Menjaga Perbatasan Bandung – Garut di Hari Lebaran

News28 Dilihat

Eksposkriminal.com |Di tengah kegembiraan Lebaran, saat keluarga bersatu, tawa anak-anak terdengar di kampung, dan aroma ketupat menyelimuti rumah, Aipda Irawan, polisi kampung dari Polsek Kertasari, Polresta Bandung, menunaikan tugas dengan hati yang tulus. Usai Shalat Idul Fitri bersama warga, ia tak serta-merta kembali ke rumah untuk merayakan bersama keluarga.

Sebaliknya, ia memilih melanjutkan pengabdiannya: patroli perbatasan Bandung-Garut, memantau kampung pelosok, jalur wisata, dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Di balik senyum dan sapaan ramahnya, tersimpan rindu yang tak terucap. Rindu untuk berkumpul dengan keluarga, rindu untuk menikmati suasana hangat di rumah.

Namun, tugas mengamanahkan hati dan langkahnya untuk memastikan semua orang merasa aman, terutama di jalur perbatasan Garut, Kampung Cibutarua, hingga Jembatan Cileuleuy Garut. Setiap sepeda motor tua yang melintas, setiap kendaraan pemudik yang berhati-hati, menjadi pengingat bahwa pengabdian tak mengenal hari raya.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono S.H., S.I.K., M.H., CPHR, melalui Kapolsek Kertasari, Iptu Fajar Sodik, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam. “Dedikasi Aipda Irawan adalah cermin pengabdian polisi kampung yang sesungguhnya. Meski menahan rindu, beliau hadir untuk memastikan masyarakat merayakan Lebaran dengan aman dan damai,” ungkapnya.
Tugas seorang polisi di hari Lebaran bukan sekadar menjaga keamanan, tapi juga menahan rasa rindu, menunda kebahagiaan pribadi demi ketenteraman orang lain. Dalam setiap langkah patroli, terselip ketulusan yang tak terlihat—tapi sangat dirasakan manfaatnya.

Aipda Irawan mengingatkan kita, bahwa di balik kendaraan dan arus mudik, ada pengorbanan yang tulus dan kesetiaan yang menghangatkan hati.
Di sore itu, ketika matahari mulai turun di perbatasan, Aipda Irawan tetap berdiri, memantau jalur wisata, dan memastikan kampung-kampung pelosok aman. Sebuah pengabdian sederhana, namun sarat makna—mengajarkan kita bahwa keamanan dan ketenangan masyarakat adalah prioritas, bahkan ketika hati menahan rindu pada keluarga sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *