Disiplin Dimulai dari Petugas, Lapas Garut Perketat Pemeriksaan dan Penitipan Ponsel

News18 Dilihat

GARUT — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut memperkuat disiplin pengamanan melalui pemeriksaan petugas dan penyimpanan telepon genggam di loker sebelum menjalankan tugas, Sabtu (24/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari pengendalian akses masuk dan upaya pencegahan masuknya barang yang tidak diperkenankan ke lingkungan lapas.

Pemeriksaan dilakukan terhadap anggota regu penjagaan dan petugas piket sebelum memasuki area tugas. Kendaraan pemasok kebutuhan operasional beserta awaknya juga menjalani pemeriksaan.

Pengawasan melibatkan jajaran pengamanan dan pejabat terkait. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban melakukan kontrol lingkungan hunian pada sore hari. Pemantauan dilanjutkan oleh petugas penjagaan, perwira piket, dan petugas piket malam hingga dini hari, Minggu (25/10/2026).

Di sela pelaksanaan pengamanan, petugas mendampingi pembagian makanan, penyediaan air panas, dan persiapan ibadah warga binaan. Kepulangan warga binaan yang mengikuti asimilasi kerja di luar lapas turut mendapat pengawalan.

Penerapan pemeriksaan terhadap petugas memperlihatkan bahwa disiplin pengamanan dibangun dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Pengawasan terhadap akses masuk dan kontrol lingkungan menjadi bagian yang saling mendukung dalam menjaga pelaksanaan layanan serta pembinaan.

Melalui langkah tersebut, Lapas Garut menjalankan komitmen pengamanan yang profesional dan berintegritas di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

⸻

Tanggal rilis: 25 Oktober 2026
Tanggal kegiatan: 24 Oktober 2026

Tiga Warga Binaan Lapas Garut Peroleh Pembebasan Bersyarat, Memulai Tahap Reintegrasi Sosial

GARUT — Sebanyak tiga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut memperoleh pembebasan bersyarat pada Sabtu (24/10/2026). Pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Pembebasan bersyarat merupakan tahapan penting dalam perjalanan pembinaan. Kesempatan kembali ke lingkungan sosial membawa tanggung jawab bagi penerimanya untuk menjaga perilaku dan menjalankan ketentuan program.

Pada hari yang sama, kegiatan pembinaan di Lapas Garut tetap berlangsung melalui pembelajaran pesantren serta belajar membaca dan menulis. Warga binaan yang mengikuti asimilasi kerja di luar lapas juga menjalankan kegiatan dengan pendataan, pengarahan, dan pengawalan petugas.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan hubungan antara pembelajaran di dalam lapas, pengalaman kerja melalui asimilasi, dan persiapan kembali ke masyarakat. Masing-masing kegiatan memiliki peran dalam membekali warga binaan dengan pengetahuan, keterampilan, serta kebiasaan bertanggung jawab.

Bagi tiga penerima pembebasan bersyarat, tahapan ini membuka kesempatan untuk menerapkan bekal pembinaan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial diharapkan membantu mereka menata kehidupan secara positif.

Lapas Garut terus melaksanakan pembinaan dan pelayanan integrasi sebagai bagian dari tugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam mempersiapkan warga binaan kembali berperan di masyarakat.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *