Eksposekriminal.com – Rokan Hilir – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang siswa dan seorang guru terjadi di simpang jalan masuk SMPN 3, Dusun Bakti Karya, Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, pada Senin pagi (5/5/2025). Insiden ini membuat warga semakin khawatir terhadap keselamatan para pelajar di kawasan tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika seorang siswa SMPN 3 tengah menuju sekolahnya dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu, dari arah berlawanan, seorang guru perempuan yang juga mengendarai sepeda motor hendak pergi ke sekolah ditempat yang berbeda untuk mengajar. Kedua kendaraan saling bertabrakan di simpang jalan sekolah SMPN 3 yang kerap ramai oleh aktivitas pelajar setiap pagi.
Akibat benturan keras, kedua pengendara langsung terjatuh ke aspal. Siswa SMP tersebut dikabarkan sempat tidak sadarkan diri dan mengalami luka-luka di bagian tubuhnya. Sementara guru perempuan itu juga mengerang kesakitan dan mengalami cedera ringan.
Seorang saksi mata yang juga warga setempat, Bunda (45), menyatakan bahwa dirinya menyaksikan langsung kejadian itu. “Siswa itu tampaknya buru-buru mau masuk ke sekolah. Tiba-tiba dia menabrak ibu guru yang juga lagi mau masuk. Suara tabrakannya keras sekali. Saya lihat anak itu pingsan, ibu gurunya juga kesakitan,” ujar Bunda.
Menurut Bunda, simpang tersebut memang sering menjadi titik rawan kecelakaan, terutama di pagi hari saat arus lalu lintas padat oleh anak sekolah dan guru yang datang hampir bersamaan. Ia mengaku pernah menyampaikan keluhan ini kepada pihak desa agar segera dibuat zebra cross untuk menyeberang, namun hingga kini belum juga terealisasi.
“Kami sudah lama minta dibuat zebra cross di depan sekolah. Tapi belum juga ada tindak lanjutnya. Kepala sekolahnya juga masih baru, jadi mungkin belum tahu kondisi ini,” tambahnya.
Warga sekitar juga telah berinisiatif melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan. Pihak RT setempat dikabarkan telah memasang papan peringatan di sekitar simpang sekolah. Bunda sendiri telah memesan baliho yang berisi imbauan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas karena banyak pelajar yang melintas di pagi dan siang hari.
Lebih lanjut, Bunda juga mengungkapkan kekesalannya karena pemerintah desa dianggap belum tanggap terhadap masalah ini. Ia menyampaikan protes melalui grup WhatsApp warga, mengkritik prioritas pemdes yang lebih fokus pada proyek sumur bor daripada keselamatan anak sekolah.
“Kami butuh tindakan cepat. Jangan hanya mikir sumur bor terus. Keselamatan anak-anak kami juga penting,” ujar Bunda dengan nada tegas.
Masyarakat berharap agar pemerintah desa dan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan segera turun tangan dan membuat fasilitas keselamatan seperti zebra cross, marka jalan, dan rambu lalu lintas. Hal ini dianggap mendesak demi menghindari terulangnya kecelakaan serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah desa setempat terkait kecelakaan tersebut. Namun pihak keluarga siswa dan guru yang terlibat dikabarkan telah mendapatkan pertolongan medis dan sedang dalam proses pemulihan.
SUROYO
