Polisi Cinta Lingkungan, Kurangi Sampah Organik dengan Budidaya Magot Sebagai Pakan Unggas

News120 Dilihat

Eksposekriminal.com – Seorang anggota polisi di Kertasari Kab. Bandung, Aipda Irwan Irawan, menyulap lahan kosong di rumahnya menjadi lokasi budi daya maggot, ternak ayam dan tanaman sayuran dengan sistem Organik. Selain dikonsumsi sendiri, hasil panen juga dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Irawan yang tercatat sebagai anggota SIUM (Seksi Bagian Umum) Polsek Kertasari mulai mengembangkan tanaman Organik sejak lima Tahun terakhir. Dia memanfaatkan pekarangan rumahnya di Kp. Nanggerang Desa. Nagrak Kec. Cangkuang Kab. Bandung. (10/6/2024).

Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung, merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa latin. Irawan menerangkan bahwa sudah mulai membudayakan maggot sekitar lima tahun. Selain magot, Irawan juga ayam petelur kampong jenis elba dan arab yang telah berjalan lebih 5 tahun. Pada awalnya hanya didasari keinginannya untuk membuat pelet atau pakan ayam dengan bahan baku maggot tersebut, ternyata diluar dugaan budidaya magot yang tengah digeluti Irawan menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Budidaya ini diawali Irawan dengan mengumpulkan sampah organik seperti sampah dapur, kulit buah, buah busuk, sayuran busuk dan sisa makanan sebagai bahan makanan bagi maggot, Irawan menerangkan hampir semua aktivitas sehari-hari dari masyarakat akan menghasilkan limbah dan sampah, yang mana sampah tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

” Bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, sampah dianggap juga dapat mengurangi lahan produktif,” ujar Irawan. Untuk perkembangbiakan maggot, Irawan menyediakan wadah/tempat yang bersih pada media yang beraroma fermentasi. Lalat BSF sendiri tidak mengundang penyakit. Lalat BSF merupakan hewan yang memiliki antibiotik alami dalam tubuhnya yang membuatnya tidak membawa penyakit.

Maggot dari lalat BSF ini dapat dimanfaatkan untuk mengurai sampah. Binatang kecil ini diklaim mampu mengurangi 80% sampah rumah tangga dan limbah sayuran, jelas Irawan. Untuk hasil panen telur dan sayuran ini, Irawan mengaku dimanfaatkan dikonsumsi sendiri dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan

Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Kusworo Wibowo S.H, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sdoik, SH mengatakan Menurutnya kegiatan positif ini bisa menjadi contoh untuk masyarakat yang kesulitan mengembangkan peternakan, pertanian di lahan sempit. “Tanpa butuh lahan yang luas mampu mengembangkan Budidaya Magot dan ternak ayam serta bertanam sayuran yang aman dari pestisida,” ujarnya.

Sebagai atasan langsung, Iptu Fajar tetap akan mendukung sepenuhnya atas usaha-usaha untuk menambah pendapatan dari personilnya, selagi itu masih di jalur yang benar tanpa mengabaikan Tugas Pokok sebagai Aparatur Negara. Kapolsek pun menambahkan budidaya maggot untuk pakan ternak juga memiliki nilai ekonomis dan berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *