Polsek Cileunyi Edukasi Siswa SD Lewat Seminar “No Bully, More Friendly”, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak

News31 Dilihat

Eksposkriminal.com | Cileunyi – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari tindakan perundungan terus dilakukan jajaran Polsek Cileunyi Polresta Bandung melalui kegiatan edukatif kepada para pelajar sejak usia dini.

Pada Jumat, 22 Mei 2026, bertempat di Aula SMK Bhakti Nusantara 666, Jalan Raya Percobaan No.65 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, telah dilaksanakan kegiatan Seminar Edukasi “No Bully, More Friendly” dalam rangka Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K).

Kegiatan tersebut digelar oleh Polsek Cileunyi bersama pihak sekolah dan diikuti oleh para siswa Sekolah Dasar Bhakti Nusantara 666, khususnya siswa kelas 3, 4 dan 5 SD.

Seminar edukasi tersebut mengangkat tema penting terkait pencegahan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah yang saat ini menjadi perhatian bersama, baik di dunia pendidikan maupun lingkungan sosial masyarakat.

Kepala Sekolah SD Bhakti Nusantara 666, Yosep Nasrullah, S.S., bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Sementara itu, narasumber utama dalam seminar tersebut adalah Wakapolsek Cileunyi AKP Saep Balya, S.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya:
Kapolsek Cileunyi yang diwakili oleh Wakapolsek Cileunyi AKP Saep Balya, S.H.
Kepala Sekolah SD Bhakti Nusantara 666 Yosep Nasrullah, S.S.
Dewan Guru SD Bhakti Nusantara 666
Para siswa dan siswi kelas 3, 4 dan 5 SD Bhakti Nusantara 666

Dalam pemaparannya, AKP Saep Balya menjelaskan secara sederhana dan mudah dipahami mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying serta dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sekolah.

Ia menyampaikan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang ataupun kelompok yang merasa lebih kuat terhadap korban yang dianggap lebih lemah.

“Perundungan dapat menimbulkan rasa takut, minder, trauma bahkan membuat korban kehilangan rasa percaya diri. Karena itu bullying tidak boleh dianggap hal biasa,” jelas AKP Saep Balya di hadapan para siswa.

Dalam seminar tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai beberapa bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, di antaranya bullying fisik dan verbal.

Bullying fisik meliputi tindakan seperti memukul, menendang, mendorong, hingga merusak barang milik orang lain. Sedangkan bullying verbal berupa hinaan, ejekan, ancaman maupun pemberian julukan buruk yang dapat menyakiti perasaan korban.

Selain menjelaskan bentuk-bentuk bullying, AKP Saep Balya juga menerangkan bahwa tindakan perundungan memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar. Kegiatan dikemas secara interaktif dan santai sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Tidak hanya menerima materi, siswa juga diajak berdiskusi dan melakukan sesi tanya jawab terkait pengalaman maupun kondisi yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Suasana semakin menarik ketika para siswa diajak membaca ikrar dan deklarasi anti bullying sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman dan saling menghargai.

Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan stempel serta penandatanganan deklarasi anti bullying oleh perwakilan siswa, guru dan pihak kepolisian.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai sangat penting dalam membangun karakter siswa sejak dini agar lebih peduli terhadap sesama teman dan menjauhi tindakan perundungan.

Kepala Sekolah SD Bhakti Nusantara 666, Yosep Nasrullah, S.S., berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar siswa semakin memahami pentingnya menjaga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari Polsek Cileunyi ini karena memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. Harapannya lingkungan sekolah semakin aman dan nyaman untuk belajar,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan langkah preventif yang penting dalam membentuk karakter generasi muda yang positif dan berakhlak baik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa juga diajak untuk berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah agar dapat segera ditangani dengan baik.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R. melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K. mengatakan bahwa kegiatan seminar edukasi anti bullying merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan tumbuh kembang anak.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini bahwa bullying bukan perilaku yang benar dan tidak boleh dilakukan dalam bentuk apa pun. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” ujar Kapolsek.

Ia juga berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua hingga masyarakat dapat bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak agar terhindar dari perilaku negatif.

“Dengan adanya sinergi antara pihak sekolah, orang tua dan kepolisian, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang positif, ramah anak dan bebas dari tindakan perundungan,” pungkas Kapolsek Cileunyi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *