Karawang — Wakil Bupati Karawang H. Maslani memimpin Apel Kesiapan Siaga Bencana di wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2026 di Lapangan Apel Polresta Karawang, Kamis (5/11/2026). Apel yang berlangsung pukul 08.00–08.30 WIB itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Karawang AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K.; Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos.; Kasi Intel Kejari Karawang Fadhil Rajief Hertadamanik, S.H.; para Pejabat Utama (PJU) Polresta Karawang; Kasatpol PP Kabupaten Karawang Basuki Rachmat, S.T.; Kepala BPBD Karawang Usep Supriatna, A.P., M.Si.; Dansubdenpom III/3A Kapten Mardhani Parbowo; Pasi Intel Yonif 305/Tengkorak Lettu Inf. Arya Putra Fajar Ranadhan; Kabid Pemadam Kebakaran Encep Supriadi; para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Karawang; dan para Kapolsek jajaran Polresta Karawang.
Peserta apel terdiri atas satu SST Kodim 0604/Karawang, satu SST Subdenpom III/3-1, satu SST Dalmas Polresta Karawang, satu SST Satpol PP Karawang, satu SST Dishub Karawang, satu SST Damkar Karawang, dan satu SST BPBD Karawang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan bencana Kabupaten Karawang mencakup jalur utara dan jalur selatan. Menurutnya, jalur selatan memiliki potensi bencana longsor, sedangkan jalur utara berpotensi banjir.
“Tentunya dalam setiap tahun kami harus melakukan mitigasi setiap bencana. Kami selalu mendapat dukungan dari Forkopimda dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Wakl Bupati juga meminta camat di wilayah pesisir utara, yang memiliki risiko banjir rob, dapat melakukan mitigasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait. Ia menegaskan Kabupaten Karawang memiliki karakteristik wilayah yang dinamis. Di balik potensi alamnya yang luar biasa, wilayah tersebut juga rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung, hingga tanah longsor di beberapa titik.
“Menghadapi tantangan ini, kita tidak boleh lengah sedikit pun. Kita harus selalu berada dalam kondisi siap siaga,” kata Wakil Bupati.
Kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana, memperkuat koordinasi antarinstitusi, serta memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sarana pendukung agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
